Nostalgia
Mengenang masa lalu bisa membuat saya tersenyum, mangkel, misuh atau sekedar mules. Bisa karena kenaifan, kesombongan, kebodohan atau kesengajaan yang saya lakukan di waktu lampau.
Beberapa teman menggunakan kejadian di masa lalu sebagai media untuk berinterospeksi yang ujung-ujungnya berakhir pada rasa pilu haru dan ucapan syukur yang tulus pada sang Pencipta atau malah sebagai penyemangat untuk menjadi atheis yang baru. Saya bersyukur karena melalui nostalgia, saya bisa memahami arti kalimat bijak Gusti mboten sare (baca: Tuhan tidak tidur) dengan lebih baik hingga saat ini.
Foto di atas adalah salah foto favorit saya di masa lalu. Foto di atas diambil sesaat setelah kami sukses mejalani prosesi puncak sebuah tradisi yang tidak lebih untuk memuaskan hasrat narsisme dari senior-senior kami di kampus. Tapi justru tradisi inilah yang menjadi salah satu penguat kebersamaan kami di kemudian hari.
Kembali ke foto.
Dari semua teman-teman saya yang di atas, mana yang menurut anda paling menarik? *mual-mual*
Ato yang menurut anda paling lucu? *muntah*
Ato yang paling imut? *semaput*
Ada yang bisa menemukan keganjilan dari dua foto di atas?
Ngomong-ngomong, apa arti nostalgia bagi anda?
Dan berapa penambahan ukuran lingkar perut anda saat ini dibandingkan pada saat jaman mahasiswa dulu?
Catatan:
Posting ini didedikasikan sebagai ucapan turut berbahagia kepada seorang teman. Sori, ndak bisa nyalami langsung ya Boy!
Keep your friends close, and your enemies closer
Ternyata, secara rutin tim developer Internet Explorer mengirimkan kue untuk menyambut kedatangan produk baru dari kompetitornya, Mozilla Firefox.
Dulu, pada saat Firefox 2 dirilis, ini bentuk kuenya.
Sedangkan untuk Firefox 3, ini bentuk kuenya.
Bagi anda yang suka sering menerima bingkisan, kue, parcel, hadiah dan sejenisnya, anda perlu waspada. Semakin banyak anda menerima sesuatu, mungkin “musuh” anda semakin banyak. *paranoid mode on*
Gambar dikutip dari:
http://www.cyberciti.biz/tips/from-redmond-with-love-ie-team-sends-a-cake.html
http://arstechnica.com/journals/linux.ars/2008/06/17/the-cake-is-a-lie-ie-team-bakes-a-treat-for-mozilla
Suatu hari di kehidupan seorang Info Security Officer
“Saya pusing dengan password yang panjang minimalnya 8 karakter, ada huruf besar, ada huruf kecil, ada angka dan ada simbol. Apalagi ini harus diganti setiap 1 bulan sekali. Saya minta aturan konyol ini dihilangkan saja!”
Anda pernah mendapat keluhan seperti ini? Kalau kebetulan anda berada di level operasional maupun level pembuat kebijakan yang berkaitan dengan security policy, ini termasuk dalam kategori masalah klasik. Dan ini hanya sebagian kecil dari masalah rutin yang sering dihadapi oleh Information Security Officer.
Bosan? Jengkel? Marah? Tunggu. Tergantung dari siapa yang meminta. Kalo itu user biasa yang tidak punya hak memecat anda atau bisa menurunkan anda dari jabatan anda yang basah menantang atau bisa memotong bonus tahunan, ndak papa lah kalo sedikit dicuekin. Kalo masih bandel, ya di briefing mengenai resiko dari tindakan yang diminta, tentang pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, kemungkinan tercurinya data dan alasan lain yang dirasa menakutkan. Tapi masalahnya tidak akan selesai di situ kalo yang meminta adalah orang yang berkuasa atas hidup anda di perusahaan.
Sebetulnya anda masih bisa menerapkan pendekatan yang sama dengan user biasa di atas. Strict to the rules. Tapi di beberapa perusahaan yang masih kental dengan kultur kolonialismenya, saya ndak nanggung kalo bulan depan anda sudah dimutasi ke Papua.
Lalu apa yang harus saya perbuat? Berikut alternatif-alternatif yang bisa anda pilih
Alternatif 1:
Resign dan cari pekerjaan lain.
Alternatif 2:
Lakukan perintah dari oknum pihak manajemen tersebut. Jangan bertanya atapun membantah. (*Ini kalo anda belum siap dimutasi ke Papua*). Ingat aturan OSPEK jaman dulu. Senior tidak pernah salah.
Alternatif 3:
Dokumentasikan secara tertulis resiko dari permintaan manajemen anda tersebut dan informasikan kepadanya. Informasikan juga bahwa anda akan mengakomodasi permintaan mereka jika dan hanya jika anda mendapatkan tandatangan dari Information Security Department (itu juga kalo ada :D). Oya, tambahkan juga pernyataan kalo anda tidak akan bertanggungjawab jika dikemudian hari muncul security breach akibat permintaan mereka ini.
Jika manajemen anda masih memaksa dan menutup diri terhadap argumen anda, lihat alternatif pertama. Ada banyak perusahaan di luar sana yang memiliki manajemen yang lebih smart dan bijaksana.
Jika kebetulan manajemen anda termasuk golongan smart dan bijaksana, informasi dari anda seharusnya akan membuat mereka mempertimbangkan permintaannya demi kebaikan perusahaan. Dan jangan kaget kalo bonus anda tahun ini berlipat-lipat karena telah secara proaktif turut mengamankan aset/informasi perusahaan *halah*
Anda punya alternatif lain?
Pertanyaan Naif di Sore Hari
“Pak, saya dapat panggilan wawancara untuk besok siang jam 13.30. Kira-kira saya perlu minta ijin ke HRD nggak ya?”
Kalo anda jadi saya, apa jawaban yang akan anda berikan?
Mona*
“Filenya simpan di Mona aja deh…”
“Mona udah bisa dipake?”
“Eh Mona ngadat tuh!”
“Saya nggak mau tahu. Pokoknya Mona harus bisa dipake hari ini”
“Saya minta daftar siapa-siapa saja yang make Mona hari ini…”
*Mona = nama file server (baru) di tempat kami
Dua Perpisahan
Baru kali ini saya bisa menyadari akibat dari sebuah PERANG secara pribadi. Stop peperangan!








