MacBook Air di CanSecWest PWN2OWN 2008
Saya memang tidak familiar dengan MacBook dengan OSX-nya. Selain sudah terbiasa dengan “komputer biasa” plus Microsoft Windows-nya, harganya yang mahal (untuk ukuran saya) membuat saya semakin tidak tertarik dengan MacBook ini. Meskipun teman sebelah saya dulu sering mengompor-ngompori untuk berpindah ke MacBook, saya juga tetap tidak tertarik. Mungkin juga karena saya harus menggunakan Linux di kantor sehingga kemungkinan untuk membeli mencoba MacBook semakin menipis. MacBook aman lho! Tidak. Sekarang sudah murah lho! Tidak. Sekali tidak tetap tidak.
Walaupun begitu, saya tertarik ketika mendengar kabar dari kontes dengan judul CanSecWest PWN2OWN 2008. Kontes ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencari kelemahan dalam 3 komputer yang sudah di-patch. Jika berhasil, pemenangnya akan mendapatkan hadiah yang proses pengklaimannya ada di dalam masing-masing komputer tersebut. Lomba yang biasa sebenarnya. Tapi menjadi menarik ketika update terbaru dari acara tersebut mengabarkan bahwa MacBook Air yang menggunakan OSX 10.5.2 dibobol pada hari kedua. Berikutnya, pada hari terakhir dari kontes tersebut, Fujitsu U810 dengan Vista Ultimate SP1 berhasil dibobol. Semakin menarik lagi ketika VAIO VGN-TZ37CN dengan Ubuntu 7.10 belum tersentuh sampai kontes ini berakhir.
Terus terang, hasil dari kontes ini benar-benar di luar dugaan saya. Saya sudah berpikir bahwa Vista akan dibobol pada hari pertama, Ubuntu yang kedua dan MacBook yang terakhir. Sayangnya, peraturan kontes tidak mengijinkan pemenang untuk membagi ilmunya kepada pubilk.
Sambil menunggu acara PANHAC 2008, ada yang berminat untuk mengorganisasi acara seperti ini di Indonesia?





Wah, mas, saya dari dulu itu heran je.
Sebenarnya keuntungan kita jika memakai Mac OS itu apa to?
Menimbang hal berikut :
1. harga lebih mahal dibanding xp
2. aplikasi yang kompatible lebih sedikit (bajakan, ori, freeware atu gpl) dibanding xp
3. desktop lebih bagus dibanding xp; namun bagi saya tidak penting karena di xp pun saya pakai theme classic dengan graphic yang minimal; malah kadang shell-nya saya ganti BBLean; waktu pengin desktop bagus dulu saya pakai Slack dengan KDE
4. kata admin saya; soal kecepatan ndak beda sama xp
5. dock start menu di Mac OS juga bisa dibuat di xp dengan Stardock ObjectDock atau RK Docklet; free lagi
6. Mac OS bebas virus; ada aplikasi yang biasa disebut antivirus di xp
He he, njenengan bingung ndak mas
Ardians:
Yang saya tahu, saya belum ada alasan yang pas buat berpindah ke MacBook mas. Aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan sudah ada di Windows dan Linux. Kalau masalah gengsi, sudah lama saya ndak makan gengsi mas. Saya makannya nasi, sayur, daging, telur, susu dan kadang-kadang energen sereal.
sigid
April 2, 2008 at 2:55 pm
yah … jadi makin cinta sama ubuntu
dibanding sistem operasi yang harganya selangit, ternyata ubuntu tercinta masih tetap bertahan ya
viva ubuntu
Andri Wardhana
June 23, 2008 at 9:37 am