Insiden Kulit Pisang
Anak saya, Arya, ternyata punya hobi yang sama dengan bapaknya. Sama-sama suka makan pisang . Bedanya, saya tidak makan kulitnya.
Yang uring-uringan justru Yane istri saya, meskipun saya sudah berkali-kali mengatakan supaya ndak usah kuatir. Ya itung-itung untuk mengurangi sampah dan resiko buat penghuni rumah lainnya dari terpeleset kulit pisang. Bahkan saya juga sudah bilang, kalau kulit pisang itu menyehatkan. Bahkan bisa mengenyangkan juga karena mengandung karbohidrat 18,5%.
Ya, kalau sekali-sekali Arya ndak sengaja makan kulit pisang, boleh lah. Ndak papa. Dan waktu saya tanya Arya tentang “insiden” ini, seperti biasa, anak saya cuma nyengir manis.






Itu sekedar insiden (nggak disengaja) atau memang suka makan pisang dengan kulitnya? Jika ya, berarti pisangnya harus di cuci bersih sebelum disediakan di meja.
ardians:
Ini insiden bu. Kalaupun Arya bener-bener doyan, saya yang ndak tega tho bu…
edratna
April 9, 2008 at 2:53 pm
jadi, apakah sudah ada yang terpeleset? hihi..
ardians:
Sejauh ini aman om
Bagaimana keadaan kisanak nun jauh di sana? Sudah mempersiapkan kehidupan yang baru?
goop
April 9, 2008 at 4:39 pm
tapi jangan kulit2 pisang yang lain dikasih ke Arya lho pak! kasihan tho yo.
salam
ardians:
Lebih kasihan ibunya pak kalo si Arya mencr*t gara2 kulit pisang. Efeknya, bapaknya pasti kena imbasnya juga. Terima kasih sudah berkunjung
FraterTelo
April 10, 2008 at 4:38 pm
Udah makan nasi atau masih makan bubur ya?
Kalau masih makan bubur dan kulit pisangnya memang bermanfaat, ya sekalian di bender saja dengan menu yang lain.
Tapi seperti FraterTelo bilang, jangan kebanyakan lho.
ardians:
Walah. Ini cuman insiden kok. Lagian, masak saya tega sih ngasih makan anak kulit pisang? Btw, terima kasih sudah berkunjung!
Iman Kristen
April 12, 2008 at 7:40 pm
Gak popo dab.Yen wis doyan kulit pisang gek terus “sengsu”.Yen perlu tak kirim seko wirobrajan…
ardians:
Walah. Yo selak jamuren tho dab. Suatu saat nanti, Arya pasti kenal sama sengsu. Insting kok dab
ya2nkurus
May 2, 2008 at 3:51 pm