Nostalgia
Mengenang masa lalu bisa membuat saya tersenyum, mangkel, misuh atau sekedar mules. Bisa karena kenaifan, kesombongan, kebodohan atau kesengajaan yang saya lakukan di waktu lampau.
Beberapa teman menggunakan kejadian di masa lalu sebagai media untuk berinterospeksi yang ujung-ujungnya berakhir pada rasa pilu haru dan ucapan syukur yang tulus pada sang Pencipta atau malah sebagai penyemangat untuk menjadi atheis yang baru. Saya bersyukur karena melalui nostalgia, saya bisa memahami arti kalimat bijak Gusti mboten sare (baca: Tuhan tidak tidur) dengan lebih baik hingga saat ini.
Foto di atas adalah salah foto favorit saya di masa lalu. Foto di atas diambil sesaat setelah kami sukses mejalani prosesi puncak sebuah tradisi yang tidak lebih untuk memuaskan hasrat narsisme dari senior-senior kami di kampus. Tapi justru tradisi inilah yang menjadi salah satu penguat kebersamaan kami di kemudian hari.
Kembali ke foto.
Dari semua teman-teman saya yang di atas, mana yang menurut anda paling menarik? *mual-mual*
Ato yang menurut anda paling lucu? *muntah*
Ato yang paling imut? *semaput*
Ada yang bisa menemukan keganjilan dari dua foto di atas?
Ngomong-ngomong, apa arti nostalgia bagi anda?
Dan berapa penambahan ukuran lingkar perut anda saat ini dibandingkan pada saat jaman mahasiswa dulu?
Catatan:
Posting ini didedikasikan sebagai ucapan turut berbahagia kepada seorang teman. Sori, ndak bisa nyalami langsung ya Boy!







Ck .. Ck ….
Itu bukan stpdn to mas?
Lha mas Ardian yang mana ya itu …
Itu kok seperti ada mas-mas yang menempelkan kepalanya ke armpit-nya temennya yah ..
Ukuran lingkar perut, hmmm … 32
ardians:
Kalo saya di STPDN, mungkin saya ndak akan bisa ngblog seperti ini mas.
Ati2 kolesterol dan asam urat mas
sigid
July 3, 2008 at 2:53 pm
Asem, isih punya foto jaman kegelapan, mas. Gedung C sisi timur lantai 3? Jadi inget jam 11 malem masih terguling guling di depan rektorat gara suit-suit-in cewek dari balik jendela.
I was there 8 years ago.
ardians:
Sempat nyelem di got samping gedung C ndak mas? Saya sebetulnya masih ada foto-foto yang lebih “gelap”. Tapi takut kena sensor mas
Indra
July 5, 2008 at 11:44 am
walah… lucunya..
Karir
July 8, 2008 at 6:19 pm
Nostalgia nyang asek buwat sayah, saat malem-malem ada temen cewek cakep maen kerumah, mau minjem buku.
Ealah, ujan deres banget, petir menyambar ndak karuwan, dia takut pulang…
Bobok degh….:D
***ehmmm….***
ardians:
lha kalo cuman bobok kan ya ndak papa tho om?
mbelgedez
July 9, 2008 at 6:33 pm
Hhm… jadi inget waktu itu berada persis satu lantai di atas ruangan difoto itu, dengan kondisi yang tidak kalah mengenaskan.
ardians:
Lho, bukannya di atas ruangan itu udah atap yan?
ya2nkurus
July 13, 2008 at 1:07 pm
Lha gambarmu sing endi kang?
ardians:
coba dilihat lagi pelan-pelan pakai hati
Ronny Arya
July 14, 2008 at 10:32 am