ardians’ blog

Catatan dalam perjalanan

Jadi?

with 4 comments

Pas pacaran dengan Yane dulu, kami harus berjauhan.

Setelah menikah, kami berjauhan lagi.
(update: setelah 6 bulan, Yane nyusul saya ke Bandung)

Pada saat Arya lahir, kami berjauhan lagi.
(update: setelah umur Arya 6 bulan, mereka nyusul saya ke Jakarta. Sampe sekarang. Berarti sudah 1.5 tahun kami hidup secara normal sebagai satu keluarga)

Sekarang?

Masak sih mesti berjauhan lagi?

Ini argumen yang paling membuat saya berpikir keras kali ini.

Masak mas mau kehilangan momen piknik setiap minggu bareng Arya? Ato kehilangan momen nganterin Arya pergi ke pre-school? Ato nemenin Arya sekolah minggu? Ato mandiin Arya? Ato ngajak Arya main petak umpet setiap malem? Ato ngeloni dia waktu bobok? Ato nganter dia ke dokter waktu sakit? Itu baru sama Arya. Belum momen-momen kita mas…Hidup cuman sekali lho mas. Waktu ndak bisa balik lagi. Jangan egois. Kayak ndak ada pilihan lain aja.

Ya, saya tahu. Saya sudah kehilangan momen ketika Arya pertama kali ngoceh. Saya juga kehilangan momen ketika dia pertama kali merangkak. Dan momen-momen berharga lainnya yang saya lewatkan sebagai seorang suami dan bapak. Banyak pelajaran hidup yang suangat berharga yang bisa saya dapat dari momen-momen yang saya lewatken tadi…

Di lain sisi, ini kesempatan bagus. Tapi resikonya, ya di atas itu. Harus ada yang dikorbankan. Wong namanya juga pilihan.

Manusia memang aneh ya. Ndak ada pilihan, kita bingung. Ada banyak pilihan, eh lha kok tambah mumet.

Buat anda yang sedang memilih, sabar. Jangan grusa-grusu. Apalagi yang sudah punya ekor seperti saya ini.

Written by ardians

September 12, 2008 at 12:34 pm

Posted in Catatan Harian

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Lho mas, tak kira njenengan itu tinggal serumah je dengan keluarga … :???:
    Ternyata jauh-jauhan juga yah ….

    Saya diajak kawan untuk berlomba quit dan kembali ke Jogja lho mas
    Tapi start aja belum … hiks

    sigid

    September 12, 2008 at 1:37 pm

  2. Waah ada foreign offering, mas?

    Semua pilihan ada resikonya, sekarang bagaimana kita meminimalkan resiko dan bersahabat dengan resiko ini.

    Being a daddy is great. Tapi berpisah sebentar untuk kebahagian berikutnya, rasanya sebanding kok.

    Indra

    September 12, 2008 at 5:29 pm

  3. trade off sebuah karir, renumerasi dan professionalitas tinggal melakukan kebijakan dalam memilih. :P

    e8ayz

    September 15, 2008 at 8:22 am

  4. Manusia senantiasa di beri banyak pilihan dalam hidupnya, bahkan terkadang menciptakan pilihan itu sendiri.
    Yang lebih sulit adalah mensyukuri pilihan-pilihan itu bahkan sebelum kita menentukannya.
    Matur nuwun dab tgl 16 kmrn dah nyempetin maen ke Kutoarjo.

    ya2nkurus

    September 15, 2008 at 4:00 pm


Leave a Reply